Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Tips Pencegahan Sariawan


Sore guys,gue akan share tips cara mencegah sariawan..Sariawan adalah pembengkakan yang terjadi pada lapisan mukosa pada mulut hal ini disebakan oleh berbagai macam faktor ,seperti: alergi makanan,luka pada mulut ,sistem imun yang sedang lemah siklus haid atau terlalu banyak mengkonsumsi antibiotik,penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis (seperti emosi dan stres) juga merupakan faktor penyebab terjadinya sariawan. Kondisi lainnya yang diduga memicu sariawan yaitu kekurangan vitamin B, vitamin C, serta zat besi, luka tergigit pada bibir atau lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur, luka karena menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang, alergi terhadap suatu makanan (seperti cabai dan nanas), gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi), menurunnya kekebalan tubuh (setelah sakit atau stres yang berkepanjangan), dan adanya infeksi oleh mikroorganisme.

Tips pencegahan yang harus di lakukan untuk menghindari sariawan.

  1.          Menghindari makan makanan yang terlalu panas
  2.          Hindari stress
  3.          Hindari menggigit bagian mulut sendiri
  4.         Selalu menjaga agar kebutuhan vitamin cukup
  5.          Menjaga kebersihan mulut agar jangan sampai bakteri dan virus berkembang biak, misalnya gosok gigi secara teratur.
  6.          Sebelum makan buah-buahan, sebaiknya buah-buahan tersebut dicuci terlebih dahulu, atau sebaiknya makan saja buah-buahan yang mengandung kulit yang dibuang seperti jeruk dan pisang.itulah tips yang dapat menghindarkan anda dari sariawan 
By:
Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers



Mengapa Orang Beragama Lebih Sehat?

.Teknologi MRIs menunjukkan bahwa otak orang yang taat beragama memiliki lapisan yang lebih tebal dibandingkan orang yang sebaliknya
Mengapa Orang Beragama Lebih Sehat?
Orang yang menjalani kehidupan beragama, cenderung memiliki ukuran hippocampus lebih kecil dari orang Atheis

    Orang Optimistis Miliki Kardiovaskular Lebih Sehat
    Belajarlah Memaafkan, Agar Badan Jadi Sehat
    Adegan Kekerasan Lebih banyak Terdapat pada Kartun Anak Dibanding Film Orang Dewasa
    Hindari Pelit dan Banyak Berbagi, Bikin Hidup Lebih Sehat!

“PUTUS asa adalah sumber kesesatan; kegelapan hati dan pangkal penderitaan jiwa,” demikian kata-kata hikmah dari Bediuzzaman Said Nursi atau kerap dipanggil Said Nursi. Ucapan bintang intelektual Muslim yang berpengaruh di dunia muslim khususnya di Turki berkat mahakaryanya ”Risalah An-Nur “ ini nampaknya cocok dengan temuan terbaru para peniliti sosial.

Dalam studi yang dilakukan oleh Christopher Scheitle, asisten peneliti senior di bidang sosiologi di Penn State University, di mana menyebutkan, 40 persen orang yang menjalankan praktek agama, dilaporkan dalam kondisi sehat. Sementara orang yang tidak percaya Tuhan cenderung mengabaikan pola hidup sehat, demikian hasil penelitian.

“Kesehatan yang buruk juga dapat memicu seseorang meninggalkan suatu agama dan kehilangan kepercayaannya akan adanya Tuhan,” kata Christopher Scheitle, peneliti dari universitas itu.

Scheitel bukan sedang begosip, ia pernah meneliti 423 kasus yang berhubungan dengan agama antara 1972-2006. Hasil penelitiannya menunjukkan, sekitar 40% penganut agama yang taat, dalam kondisi kesehatan baik dan 25% lainnya yang berpindah keyakinan ke agama lain, juga dalam kondisi kesehatan baik.

Scheiter meneliti penganut Gereja Yesus Kristus Hari Terakhir (Mormon) dan Saksi Jehovah –termasuk penganut garis keras dan ketat dalam aliran Kristen—di mana mempunyai garis pedoman keras bagaimana anggota sebaiknya harus hidup, termasuk tidak konsumsi alkohol atau penggunaan tembakau, dapat memberi dampak baik bagi kesehatan.

Dalam laporannya, Scheitle menyatakan, penurunan kesehatan dapat kelompok agama tersebut. Penelitian juga membuktikan, ketidakpercayaan pada Tuhan juga membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial.

Bahkan penelitian yang dimuat di situs www. eMaxHealth.com ini juga menyimpulkan, seperempat di antara orang dengan sikap yang lebih liberal dalam beragama, masih dianggap memiliki manfaat kesehatan istimewa dan akan turun sampai 20 persen jika ia berhenti total dari agama alias Atheis.

Suatu studi yang baru diterbitkan pada Desember 2013 di JAMA Psychiatry, menemukan bahwa kemungkinan risiko depresi jauh lebih kecil bagi orang yang taat beragama. Teknologi MRIs menunjukkan bahwa otak orang yang taat beragama memiliki lapisan yang lebih tebal dibandingkan orang yang sebaliknya.

Harold G. Koenig, direktur Center for Spirituality, Theology, and Health di Duke University menulis beberapa buku seperti The Healing Power of Faith and Mental Health. Buku-buku tersebut berisi mengenai manfaat agama bagi kesehatan. Manfaatnya antara lain, menurunnya stres melalui doa.

“Salah satu perusak otak paling buruk adalah stres,” kata Dr. Majid Fotuhi, seorang pendiri dan ketua NeurExpand, serta dosen di Harvard Medical School. “Stres dapat menghasilkan zat yang beracun bagi tubuh. Salah satu cara untuk mengurangi stres adalah berdoa. Ketika Anda berdoa, Anda akan merasakan pikiran yang lebih tenang,” tambahnya dikutip news.discovery.com.

Sebuah studi di kutip Journal of Affective Disorders, dikutip dari laman Daily Mail, Ahad (19/05/2013), mengatakan, beriman pada sesuatu yang lebih baik ditemukan dapat meningkatkan pengobatan seseorang secara signifikan bagi orang yang menderita penyakit jiwa.

David B. Larson dan timnya dari The American National Health Research Center, pernah membandingkan antara orang Amerika yang taat dan yang tidak taat beragama. Hasilnya, orang yang taat beragama menderita penyakit jantung 60 persen lebih sedikit, tingkat bunuh diri 100 persen lebih rendah, menderita tekanan darah tinggi dengan tingkat yang jauh lebih rendah, dan angka perbandingan ini adalah 7 : 1 di antara para perokok.

Dalam International Journal of Psychiatry in Medicine, sebuah sumber ilmiah penting di dunia kedokteran pernah melaporkan, orang yang mengaku dirinya tidak berkeyakinan agama lebih sering sakit dan mempunyai masa hidup lebih pendek. Mereka yang tidak beragama berpeluang dua kali lebih besar menderita penyakit usus-lambung daripada mereka yang taat beragama, dan tingkat kematian mereka akibat penyakit pernapasan 66 persen lebih tinggi daripada mereka yang beragama.

Penelitian yang dilakukan oleh Hayward, menemukan adanya perkembangan hippocampus mereka selama 28 tahun. Hippocampus adalah bagian otak yang memperbesar peluang depresi serta Alzheimer di usia tua. Penelitian ini sekaligus menunjukkan orang yang menjalani kehidupan beragama, cenderung akan memiliki ukuran hippocampus yang lebih kecil dari yang tidak (orang Atheis).

Bagi umat Islam, Shalat dianggap sebagai tiangnya agama. Dengan mengingat Allah melalui shalat, bisa menjadikan umatnya keluar dari segala persoalan atau masalah yang dihadapi. Dengan menyandarkan segala pertolongan pada Sang Maha Penolong, segala sesuatu akan mudah.

Karena itu, menjalankan shalat sebenarnya juga berarti membuka jalan bagi datangnya pertolongan Allah.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan kesabaran dan Shalat.” (QS al-Baqarah [2]: 45; lihat pula ayat 153).

Jika shalat dan ibadahnya benar, seorang Muslim seharusnya lebih siap menghadapi hidup dan problematikanya dibanding sebelumnya. Sebab itu sesuai janji Allah sendiri bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenang, tidak mudah stress, depresi dan ujungnya menjadi lebih sehat.

أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.* (QS: al-Ra‘d [13]: 28)].

Nah, jika semua penelitian sudah menunjukkan bahwa dengan banyak ibadah berdampak baik pada kesehatan dan otak Anda, Apa ruginya jika tak mulai rajin beribadah mulai sekarang?

Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko

Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers


Menjadi Pelupa? Ini Tip Memperkuat Ingatan

MENJADI pelupa dipandang sebagai tanda usia tua –yang tidak hanya terlihat pada kondisi tubuh saja, tetapi pikiran kita mulai menunjukkan keausan setelah penggunaan selama puluhan tahun atau mengalami cedera.

Tetapi menghindari menjadi pelupa menjadi urusan semua orang, baik usia tua atau muda.

Para ilmuwan dan peneliti telah menghabiskan selama beberapa dekade terakhir berupaya menemukan ‘pil ajaib’ yang dapat mempertahankan ingatan kita dengan baik sampai usia tua.

Demikian pula para peneliti juga berupaya menemukan cara untuk menghentikan atau mengobati penyakit menurunnya mental seperti demensia, Alzheimer, dan Parkinson. Bahkan, Alzheimer diperkirakan akan menghinggapi satu dari 85 orang di seluruh dunia pada tahun 2050. Itu berarti bahwa banyak dari kita akan mengalami penurunan kemampuan otak, yang dapat menyebabkan kehilangan ingatan, tidak memahami lagi kondisi diri sendiri, akhirnya kemampuan mental kita menghilang mendahului tubuh kita.

Sementara itu obat atau ‘pil ajaib’ untuk demensia dan kehilangan memori belum ditemukan juga. Tetapi ada beberapa cara untuk meningkatkan memori Anda, dan sebagian besar dari mereka bahkan tidak menggunakan obat atau menelan pil apa pun. Berikut tip yang dimuat The Malaysian Insider belum lama ini:

Latihlah otak Anda

Menonton televisi, bermain video game, dan menjelajah di internet adalah hobi menyenangkan bagi sebagian besar, tapi cobalah sejumlah kegiatan lain seperti memecahkan teka-teki atau berfikir. Kuncinya adalah menggunakan kekuatan otak Anda untuk terlibat dalam beberapa aktivitas mental.

Dalam bahasa lain: “gunakan otak Anda atau tidak”. Begitu saja persoalannya. Hal ini sebagaimana otot-otot kita yang kemampuan akan menurun kalau kita tidak melakukan apapun atau hanya berbaring saja sepanjang hari di tempat tidur.

Cukup tidur

Penelitian telah menunjukkan bahwa tidur cukup adalah kunci untuk lebih mampu mengingat fakta. Pada dasarnya, ketika Anda tidur, otak Anda sebenarnya membuat lebih banyak koneksi antara neuron, yang pada gilirannya menyebabkan menjadi lebih mampu menyimpan informasi baru.

Tidak ada cara untuk “menipu” atau menghindari kebutuhan dasar untuk tidur. Semua mamalia butuh tidur, bahkan mamalia laut pun “tidur”: dengan mengatur dua belah otak mereka aktif secara bergiliran untuk “ditidurkan”.

Melakukan latihan fisik

Menurut publikasi kesehatan yang dikeluarkan Harvard, terlibat dalam latihan aerobik –jogging, bersepeda, berlari, berenang– akan memompa darah Anda dan akan meningkatkan ukuran hippocampus, yaitu bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk memori dan mempelajari verbal. Dengan melakukan latihan fisik bisa membantu proses mengingat ke arah lebih baik.

Makanan sehat

Dianjurkan untuk meningkatkan asupan makanan yang diketahui bermanfaat bagi kesehatan otak, seperti Omega-3 yang dapat ditemukan pada ikan seperti salmon, tuna, mackerel, dan sarden. Atau, nutrisi yang bermanfaat untuk memori juga dapat dengan mudah ditemukan di apotek dalam bentuk minyak ikan atau minyak biji rami.

Berlebihan lemak jenuh dan karbohidrat gandum dapat merugikan kesehatan otak, sehingga kita perlu menghindari sebanyak mungkin atau tidak mengkonsumsi berlebihan.

Minum teh hijau, yang mengandung polifenol, merupakan antioksidan yang dapat memerangi radikal bebas yang diketahui merusak sel-sel kita, termasuk di otak.

Pelajari sesuatu yang baru

Carilah tantangan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Otak kita dapat dikembangkan dengan pembelajaran. Bisa dengan belajar bahasa baru, naik sepeda, memainkan alat musik, atau bahkan menghadiri pelajaran pembuatan tembikar. Otak Anda akan berlatih informasi baru yang membutuhkan koordinasi tangan-mata atau kekuatan otak.

Tentu saja jauh lebih baik, kita menggunakan otak kita dengan mempelajari ilmu-ilmu agama untuk memperkuat pemahaman kita, atau menambah pemahaman kita yang selama ini masih kita anggap kurang

 Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers



Tidur Cukup Kurangi Risiko Terkena Demensia

PARA peneliti menemukan, mendapatkan tidur yang cukup setiap malam dapat melindungi otak dari degenerasi. Sebaliknya, mereka yang kurang tidur memiliki risiko menderita demensia.

Para peneliti dalam penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Neurology itu mengatakan, orang yang kurang mendapatkan asupan oksigen dalam darahnya lebih cenderung memiliki kelainan pada jaringan otaknya yang berhubungan dengan perkembangan demensia.

Selain itu, orang-orang kurang memiliki waktu untuk tidur nyenyak atau disebut gelombang tidur lambat, memiliki kemungkinan lebih besar kehilangan sel-sel dalam otak dibandingkan mereka yang lebih banyak memiliki waktu untuk tidur nyenyak.

“Hasil penelitian menunjukkan kalau kadar oksigen yang rendah dalam darah dan kurangnya waktu untuk tidur nyenyak, dapat berkontribusi pada proses yang menyebabkan penurunan kognitif dan demensia,” kata penulis studi, Rebecca Gelber dari Pacific Health Research and Education Institute di Honolulu, Hawaii.

Ia mengungkapkan, gelombang tidur lambat penting dalam pengolahan memori baru dan mengingat fakta-fakta. Seiring bertambahnya usia, orang-orang cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu tidur di gelombang lambat.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, Gelber dan timnya melakukan studi pada 167 orang laki-laki Jepang-Amerika. Para partisipan ini menjalani tes tidur di rumahnya masing-masing saat usia mereka sekitar 84 tahun. Rata-rata setelah enam tahun masa penelitian, mereka meninggal,

Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers


Tidur Lebih Awal Menyehatkan Pikiran

TIDUR lebih awal dan menjaga jam tidur yang teratur dapat mengurangi pikiran negatif dan kecemasan, menurut penelitian terbaru di Binghamton University (BU) di New York.

Penelitian ini melibatkan 100 mahasiswa BU yang diminta untuk mengisi beberapa kuesioner dan melakukan dua tugas komputerisasi untuk menilai tingkat berpikir negatif mereka yang terus muncul berulang, dengan mengukur tingkat kecemasan, pikiran, dan obsesi.

Mereka juga diminta untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kebiasaan tidur, jam berapa, apakah dilakukan teratur, atau kebiasaan itu bergantung pada saat ujian dan kegiatan sosial.

Mereka yang menggambarkan diri sebagai manusia suka begadang, dengan jangka waktu tidur pendek dan tidur larut malam, dilaporkan mengalami pikiran negatif berulang kali daripada mereka yang punya jadwal tidur teratur dan masa tidur yang lebih panjang, kata para peneliti.

Temuan mereka juga menunjukkan, pikiran negatif yang berulang terkait dengan kurangnya tidur. Persoalan ini dapat berisiko terkena gangguan kesehatan mental.

“Jika temuan lebih lanjut mendukung hubungan antara waktu tidur dan berpikir negatif yang berulang, bisa dijadikan langkah pengobatan bagi individu yang mengalami gangguan internal,” kata seorang peneliti, Meredith Coles.

Inspirasi melakukan penelitian ini berawal dari hubungan antara masalah tidur dan kesehatan mental, baik kecil dan besar, menurut para peneliti.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Cognitive Therapy and Research dan dimuat di New York Daily News, Jumat (5/12/2014)

Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers


Kecanduan Internet Dapat Picu Gangguan Kesehatan

Berapa jam kita berhadapan dengan internet setiap harinya? Sebaiknya perlu berhati-hati.

Kecanduan bermain internet boleh jadi tidak begitu menyita perhatian orang seperti halnya kecanduan alkohol atau narkoba, tapi menurut seorang pakar di Hobart, Tasmania kecanduan yang satu ini bisa memicu sejumlah masalah kesehatan.

Dr Michael Davie, Direktur Klinis pada Asosiasi Klinik Hobart, ia mengatakan kecanduan internet tidak berbeda dengan masalah ketergantungan lainnya.

“Kuncinya adalah ketika kebiasaan itu mulai mempengaruhi hubungan personal dan juga pekerjaan maka Anda akan mulai kehilangan kesempatan lain,” kata Dr Davie dikutip Radio ABC, Kamis (24/10/2014).

Mengenali gejala kecanduan internet memang terkadang sulit dilakukan, terutama dalam kasus kecanduan pornografi online dan judi di internet yang cenderung dilakukan di ruang pribadi.

Dr Davie juga menegaskan orang yang memiliki ketergantungan pada internet juga sering kali memiliki masalah kesehatan mendasar mulai dari obsessive compulsive disorder (OCD), depresi atau memiliki spectrum autis.

“Memang tidak mudah untuk menentukan gangguan yang dialami, terkadang gejalanya samar dengan gangguan psikologis lainnya yang bisa diatasi dengan cukup efektif,” katanya.

“Jika anda mengobati gangguan psikologi dan mampu mengelolanya maka terkadang ketergantungan internet bisa dengan mudah diperbaiki,” tutur Dr. davie.

Sementara itu ketika ditanya kegiatan online apa saja yang kerap membuat orang kecanduan, Dr Davie mengatakan penggunaan media sosial tidak terlalu memicu ketergantungan jika dibandingkan dengan permainan game online.

“Permainan online itu awalnya memang gratis tapi kemudian anda diminta untuk membayar untuk dapat mencapai ke tingkat selanjutnya di permainan premium mereka. Dan itu merupakan permainan yang sudah pasti tidak mudah berakhir. Permainan itu mendorong Anda untuk terus online agar bisa mencapai ke level tertentu dengan terus memainkan game online tersebut,” tegasnya lagi.

Terkadang permainan itu sangat sederhana dengan warna-warna yang mencolok atau tekanan untuk melanjutkan permainan yang dimainkan juga dibangun lewat permainan tim agar membuat orang tetap melanjutkan permainan tersebut.

“Kita tahu manusia itu jaringan otaknya tidak sepenuhnya saling menyambung sampai mereka berusia 25 tahun, sehingga Kita tidak mampu membuat penilaian yang lebih tinggi sampai mereka mencapai usia tersebut, “kata Dr Davie.

“Adapun jika kecanduan itu terjadi pada mereka yang masih berusia muda, maka saya pikir orang tua memiliki tanggung jawab untuk membatasi jenis game
yang mereka mainkan.”

Namun masalahnya adalah orangtua biasanya memang mencoba untuk mengontrol penggunaan internet atau situs yang dikunjungi anak mereka, namun sering kali anak-anak tahu lebih banyak tentang internet daripada orangtua mereka.

“Orangtua sulit untuk mengatur, mungkin mereka bisa berhasil mengatur selama beberapa hari, tetapi anak-anak biasanya memiliki cara untuk mendapatkan cara untuk mengakses internet kembali,” katanya.

Mengobati kecanduan internet

Ketergantungan Internet juga dapat mengubah otak manusia sama seperti kasus ketergantungan yang lain. Oleh karena itu menurut Dr Davie penangannya bisa jadi juga serupa pendekatannya dengan pengobatan kasus ketergantungan yang lain.

“Cara utama membantu orang mengatasi ketergantungannya pada internet biasanya dengan membawanya ke rumah sakit untuk di detoksifikasi,” katanya.

“Orang datang ke rumah sakit dan harus menyerahkan ponsel mereka atau laptop dan perangkat lainnya dan menjalani proses detoksifikasi yang membuat mereka terkadang sangat resah,”

Dr Davie menekankan pada sebagian anak muda yang tidak pernah berpisah dengan perangkat canggih berlayar mereka terkadang ini bisa menjadi perubahan yang sangat drastis

Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers


Makanan yang Bermanfaat untuk Otak

BEBERAPA makanan diketahui bermanfaat bagi otak. Makanan-makanan itu dapat meningkatkan memori, sekaligus merupakan makanan sehat.

Laman Free Malaysia Today, memuat makanan sehat tersebut:

Minyak ikan: Para ahli mengatakan bahwa minyak ikan seperti sarden, salmon, dan makarel, yang mengandung asam lemak omega-3, sangat baik untuk kesehatan otak. Mengkonsumsi minyak ikan dua kali seminggu dapat mengurangi risiko masalah otak serta mencegah hilangnya memori.

Sayuran berdaun: Sayuran berdaun lebar berwarna hijau gelap baik untuk kesehatan secara keseluruhan, terutama sangat bermanfaat bagi kesehatan otak. Santaplah selalu bayam dan brokoli karena sayur-sayuran itu mengandung antioksidan, asam folat, beta-karoten, dan vitamin C. Semua penting untuk menjaga kesehatan otak dan meningkatkan daya ingat.

Telur: Kuning telur memiliki sejumlah vitamin dan mineral, yang dapat meningkatkan kesehatan otak. Juga kaya akan zat besi untuk menciptakan sel-sel darah merah guna membawa oksigen ke otak. Telur akan membuat Anda tetap fokus dan waspada. Telur mengandung vitamin B12 dan iodine, yang bermanfaat meningkatkan memori.

Teh hijau: Apakah Anda tahu bahwa otak terdiri dari lebih dari 70% air? Itulah sebabnya kita mesti menjaganya agar tetap terhidrasi agar berfungsi dengan baik. Jika Anda bosan menyeruput air, secangkir teh hijau dapat sebagai gantinya. Para ahli mengatakan, teh hijau meningkatkan kewaspadaan mental dan juga meningkatkan memori. Antioksidan yang ada di dalamnya dapat mengurangi risiko demensia.

Coklat murni: Coklat ini mengandung flavonoid yang dikenal meningkatkan keterampilan kognitif. Flavonoid membantu menciptakan neuron baru di otak dan meningkatkan kemampuan untuk membuat memori baru. Selain itu, coklat murni dapat meningkatkan aliran darah ke otak.

Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers


Olahraga Tingkatkan Daya Ingat 10 Persen


SATU penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Acta Psychologica menunjukkan, melakukan olahraga intensif minimal selama 20 menit dapat meningkatkan ingatan jangka panjang tentang kejadian di masa lalu sekitar 10 persen pada kaum muda yang sehat.

Sebenarnya, banyak studi yang memperlihatkan latihan aerobik seperti berlari dapat meningkatkan daya ingat. Namun, studi kali ini berbeda, karena menyertakan latihan angkat beban. Para partisipan melakukan latihan angkat beban setiap dua hari sekali sebelum tes percobaan dilakukan.

“Sekalipun tanpa melakukan scan MRI yang mahal, hasil penelitian kami memberikan gambaran soal wilayah otak mana yang mendukung bahwa olahraga bermanfaat untuk ingatan ini,” ujar Audrey Duarte, profesor dari Georgia Institute of Technology, Fakultas Psikologi, Amerika Serikat.

Untuk keperluan studi, para peneliti memperlihatkan 90 foto pada partisipan melalui layar komputer sebelum mereka mulai melakukan latihan –dimulai dari peregangan kaki.

Para peneliti lalu meminta partisipan kembali ke laboratorium 48 jam kemudian, untuk melihat sebanyak 180 foto. 90 foto di antaranya adalah foto yang sebelumnya telah diperlihatkan, sementara sisanya foto baru.

Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang melakukan latihan dapat mengingat sekitar 60 foto.

“Studi kami memperlihatkan, orang tak perlu mendedikasikan banyak waktu untuk meningkatkan daya ingat otak mereka,” kata pemimpin studi dari Georgia Tech, Lisa Weinberg.

Dia mencatat, meskipun studi ini menggunakan latihan berat sebagai bagiannya, namun latihan ringan semisal menekuk-nekuk lutut kemungkinan akan menghasilkan hasil yang sama.

“Temuan ini menggembirakan, karena konsisten dengan literatur yang menunjukkan bagian otak yang memainkan peran untuk ingatan disebabkan oleh olahraga,” kata Weinberg, seperti dikutip dari Indian Express.

Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers


Segelas Air Pagi Hari Membuat Berpikir lebih Tajam Sepanjang Hari

Apa yang biasa kita lakukan saat pertama usai bangun tidur? Sebagian orang memilih ke kamar mandi atau kegiatan lain. Namun sejumlah pakar kesehatan menyarankan sebaiknya meminum segelas air putih.

Kenapa kita harus minum air putih ketika bangun tidur? Berikut delaman manfaan minum air pagi hari usai bagun tidur yang disarikan dari menprovement dan healthrecoverytips sebagaimana dikutip DW.DE.

Mengatasi Dehidrasi

Ketika terbangun dari tidur berjam-jam, tubuh mengalami dehidrasi. Dengan memberi asupan air kembali ke tubuh maka, badan akan lebih segar, lebih banyak energi alami sepanjang pagi, sehingga kita menjadi lebih sehat dan bahagia.

Mengurangi sembelit

Penyebab utama sembelit adalah dehidrasi. Minum air ketika bangun tidur tidak hanya akan mngatasi dehidrasi tetapi akan membantu meringankan sembelit, mendorong orang buang air besar dan merangsang gerakan usus di pagi hari. Ini adalah cara yang bagus untuk memulai hari.

Mengeluarkan Racun

Minum air setelah bangun tidur akan mendorong keluar racun yang tidak diinginkan dari tubuh. Saat orang tidur, terjadi perbaikan tubuh. Hasilnya adalah racun menunggu untuk terperas keluar. Tubuh yang bersih dari racun, membuat kulit menjadi bersih dan cemerlang.

Menyerap Nutrisi

Minum air saat perut kosong akan membersihkan usus, sehingga memudahkan tubuh dalam menyerap berbagai nutrisi.

Menyeimbangkan sistem getah bening

Minum air di pagi hari juga menyeimbangkan sistem getah bening tubuh manusia. Ini penting untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Baik untuk metabolisme tubuh

Minum air juga membantu menurunkan berat badan. Tapi air minum setelah bangun tidur adalah cara yang paling optimal untuk melakukannya. Minum air di pagi hari telah terbukti untuk meningkatkan potensi pembakaran kalori sepanjang hari. Air yang diminum juga bisa mengekang nafsu makan, yang memungkinkan orang untuk membuat pilihan cerdas bagi sarapannya.

Bahan Bakar bagi Otak

Faktanya, 75 dari orang terdiri dari air. Jika sudah minum cukup air, maka otak berfungsi pada tingkat yang optimal. Segelas air di pagi hari akan membuat berpikir lebih tajam dan jelas sepanjang hari.

Produksi sel baru

Darah terdiri dari 83 persen air, sedangkan jaringan otot terdiri dari sekitar 75% air. Konsumsi air di pagi hari meningkatkan produksi sel-sel darah dan otot baru

Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers


Sejumlah Manfaat Kesehatan dari Minum Teh

JIKA Anda berpikir minum secangkir teh sehari-hari hanya untuk membantu mengawali aktivitas di pagi hari, rasanya itu belum cukup. Para ahli mengatakan, teh memiliki sejumlah manfaat kesehatan.

Antioksidan yang ada di dalam teh, yang disebut flavonoid, baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Flavonoid dikenal untuk menurunkan risiko penyakit jantung dengan meningkatkan aliran darah, dan sedikit memperluas arteri penting. Dengan demikian mengurangi kemungkinan penggumpalan.

Teh pun bukan sekadar pengganti minuman air putih. Beberapa penelitian menyebutkan, teh bagus untuk menghidrasi tubuh. Hanya saja, jangan berlebihan dan tetap berpegang pada dua sampai tiga cangkir sehari.

Teh mengandung fluoride, yang melindungi email gigi dari erosi sehingga mencegah kerusakan gigi. Antioksidan juga memerangi penyakit gusi.

Bagi pelaku diet, sebagaimana dilaporkan laman Free Malaysia Today, teh memberi manfaat untuk menjaga lemak tubuh di sisi bawah dengan membakar kalori dengan cepat.

Teh hijau bermanfaat untuk meningkatkan sel-sel memori dan beberapa penelitian mengatakan dapat melindungi dari penyakit Alzheimer dan demensia, bahkan beberapa jenis kanker.

Teh hijau dikatakan sangat baik untuk hati dan tulang.

Teh hitam bermanfaat untuk menangkal penyakit gusi dan juga baik untuk arteri

Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers


Jalan Kaki 20 Menit Kurangi Resiko Kematian


Para peneliti dari Universitas Cambridge mengatakan, kurang bergerak jauh lebih berbahaya ketimbang kelebihan berat badan.

Berdasarkan penelitian yang mereka lakukan, 676 ribu kematian setiap tahun terjadi karena kurang bergerak. Adapun jumlah kematian akibat obesitas mencapai 337 ribu kasus.

Sejumlah ahli menyatakan, jalan kaki selama 20 menit setiap hari bisa mengurangi risiko kematian.

Studi itu juga mengungkapkan, orang kurus yang jarang berolahraga mempunyai risiko lebih besar mengalami masalah kesehatan.

Sementara itu, orang dengan obesitas tetapi rutin berolahraga mempunyai kesehatan yang lebih baik dibandingkan yang tidak pernah berolahraga.

Studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition ini bertujuan untuk mengetahui bahaya kurang gerak dan obesitas.

Para peneliti meneliti lebih dari 334 ribu responden selama 12 tahun.

“Risiko terbesar (dari kematian dini) terjadi pada mereka yang jarang bergerak, dan itu konsisten dalam berat badan normal, kelebihan berat badan dan kegemukan,” kata salah seorang peneliti, Prof Ulf Ekelund kepada BBC News.

Prof Ekelund, yang tinggal di Norwegia, melakukan olahraga ski cross country dan olah raga berat selama lima jam setiap minggu.

Namun, ia mengatakan berjalan cepat dapat mengubah kesehatan.

“Saya pikir orang-orang perlu mempertimbangkan hal ini dalam keseharian mereka. Anda dapat melakukan aktivitas fisik selama 20 menit, seperti berjalan kaki ke tempat kerja. Hal itu lebih baik dari pada menonton televisi,” katanya.

Penyakit yang diakibatkan dari jarang bergerak dan obesitas hampir sama, yakni penyakit jantung

Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers


Tes Darah Bantu Upaya Berhenti Merokok


TES darah dapat membantu orang memilih strategi berhenti merokok yang paling efektif untuk mereka, seperti dilaporkan jurnal medis the Lancet.

Penelitian menunjukkan, sebanyak 60% orang yang mencoba untuk berhenti merokok mulai lagi pada pekan pertama. Pasalnya, nikotin merupakan salah satu zat yang paling adiktif dalam rokok dan perokok memerlukan nikotin yang lebih banyak ketika nikotin dalam tubuh mereka telah diproses.

Namun sekarang diketahui bahwa setiap tubuh memproses nikotin dengan kecepatan berbeda-beda.

Beberapa ilmuwan menyatakan, orang-orang yang memproses nikotin dengan cepat cenderung merokok lebih banyak dan oleh karena itu lebih sulit untuk berhenti merokok.

Dalam studi ini, seperti diberitakan BBC, Senin (12/1/2015), peneliti dari University of Pennsylvania di AS bekerja dengan 1.240 orang yang sedang dalam program penghentian merokok pada tahapan yang berbeda.

Mereka memeriksa darah setiap peserta penelitian untuk melihat apakah nikotin telah diproses pada kecepatan normal atau lambat. Peserta kemudian diberikan antara nicotine patch, obat varenicline, atau pil placebo.

Varenicline adalah obat berbasis non-nikotin. Obat yang harus diresepkan tersebut berpotensi mengakibatkan efek samping, seperti risiko depresi dan bunuh diri.

Semua orang yang ikut serta dalam penelitian ini mendapatkan akses untuk konseling perilaku. Para ilmuwan menemukan, orang-orang yang memproses nikotin pada kecepatan normal memiliki kemungkinan lebih besar untuk berhenti merokok ketika mereka diberi varenicline dibandingkan menggunakan nicotine patch.

Meskipun peserta yang memproses nikotin lebih lambat memiliki tingkat kesuksesan yang sama ketika menggunakan kedua metode tersebut, mereka yang menggunakan varenicline lebih banyak melaporkan efek samping.

Prof Caryn Lerman, salah seorang peneliti utama, mengatakan, “Jika tes ini digunakan, seseorang bisa memiliki kesempatan yang cukup besar untuk sukses berhenti merokok.

Penggunaan luas

“Untuk sebagian orang, dengan metabolisme nikotin yang normal, kemungkinan untuk berhenti merokok mungkin rendah ketika menggunakan nicotine patch. Namun mereka memiliki kesempatan berhenti lebih besar bila mengkonsumsi pil varenicline. Sementara untuk mereka yang memproses nikotin dengan pelan, mereka dapat menggunakan nicotine patch yang murah untuk hasil yang sama.”

Tes darah untuk memeriksa kecepatan pembakaran nikotin dalam tubuh memang sudah digunakan untuk sejumlah penelitian, namun para ilmuwan mengatakan, tes tersebut dikembangkan untuk penggunaan lebih luas.

Prof Neil Davies, dari Universitas Bristol, memberikan komentar pribadi, “Hasil ini menunjukkan kemajuan penting. Temuan ini bila dapat direplikasi dapat menyebabkan perubahan dalam praktek. Tapi terdapat juga pertanyaan yang masih harus dijawab. Efektivitas biaya tes ini perlu diperhitungkan.”

Prof Robert West, dari University College London, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan, “Kami tahu bahwa jika orang mencoba berhenti merokok tanpa bantuan eksternal, peluang sukses mereka selama satu tahun adalah sekitar 4%.”

“Cara untuk sukses adalah untuk terus mencoba. Hal ini sama dengan melempar dadu. Jika Anda terus mencoba, Anda dapat berhasil. Namun Anda langsung gagal bila berhenti mencoba.”

Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers


Depresi Turunkan 12 Persen Memori






ORANG yang mengalami perasaan depresi seringkali kesulitan berkonsentrasi dan mengalami masalah memori. Ini sangat mempengaruhi kinerja dan hubungan sosial.

Satu penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cognition and Emotion menunjukkan, orang yang mengalami perasaaan depresi memorinya bisa turun 12 persen dibandingkan individu yang tidak mengikuti perasaan depresinya ketika depresi datang.

“Hasil penelitian menunjukkan, individu dengan dan tanpa perasaan depresi umumnya memiliki kemampuan yang sama untuk secara aktif mengingat informasi . Namun, ketika pikiran depresi hadir, orang-orang yang mengalami perasaan depresi tidak mampu menghilangkan perhatian mereka dari informasi ini, menyebabkan defisit dalam memori mereka,” kata penulis utama studi dan kandidat doktor di Center for BrainHealth, Nicholas Hubbard.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti melibatkan 157 orang mahasiswa. Peneliti lalu meminta semua partisipan menyelesaikan tugas yang mengukur gejala depresi yang mereka alami dua minggu sebelumnya.

Para peneliti lalu menilai memori kerja mereka, yakni fungsi kognitif yang memungkinkan otak untuk menyimpan informasi dalam jangka waktu yang singkat sehingga proses kognitif lainnya dapat terjadi secara bersamaan .

Peneliti lalu meminta para partisipan merespon pernyataan negatif ataupun netral dengan jawaban “benar” atau “salah”. Kemudian, para partisipan diminta mengingat serangkaian angka di akhir penelitian.

Dari partisipan ini, sekitar 60 orang diklasifikasikan memiliki perasaan depresi dan 97 orang tidak memiliki suasana hati depresi.

Hasil penelitian menunjukkan, orang yang mengalami perasaan depresi lebih banyak lupa soal angka dibandingkan mereka yang tanpa perasan depresi saat menanggapi kalimat yang menampilkan informasi negatif.

Namun, mereka (yang mengalami perasaan depresi) mampu mengingat sama banyak angka ketika mereka menanggapi informasi netral.

“Depresi mempengaruhi 151 juta orang di seluruh dunia dan menghabiskan biaya 83 miliar dollar AS per tahun. Sebagian besar biaya ini terkait dengan hilangnya produktivitas dan peningkatan tingkat ketidakmampuan. Pemahaman dan akurasi mendiagnosis hilangnya ingatan pada depresi sangat penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang efektif ,” kata Hubbard menjelaskan seperti dilansir dalam laman publik Center for BrainHealth dan Antara (Rabu, 7/1/2015).

“Temuan kami mengimplikasikan, pendekatan terapi seperti mengajarkan seseorang untuk mengenali dan menghambat pikiran depresi bisa menjadi aspek kunci untuk mengobati defisit kognitif pada depresi,” tambah dia.

Bart Rypma, Ph.D, dari The University of Texas at Dallas yang mengawasi penelitian Hubbard, mengatakan, depresi merupakan fenomena gangguan.

“Perenungan dan pemikiran negatif mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir. Kami berhipotesis, ketika individu dengan perasaan depresi terkena rangsangan, seperti lagu yang bermakna atau tempat yang membangkitkan perasaan sedih, otak fixates tidak bisa fokus pada tugas-tugas sehari-hari,” jelas Rypma.*

Sumber:www.hidayatullah.com
By:Ray Dwiko
Folow:
www.facebook.com/ray.dwiko.7
www.youtube.com/channel/UCPxakcMVG2HSrJtPOMZgVOQ
http://instagram.com/ray_dwiko
twitter.com/RayKhou_NaiZers



Fitness Pakai Gadget, Apa Dampaknya?


Aplikasi fitness dan wearable device (perangkat komputasi yang melekat di tubuh) kerap digunakan untuk menjaga kesehatan. Tapi, apakah benar ada manfaatnya?

Diduga, penggunaan perangkat itu memang punya efek yang positif untuk pemakainya. Kedua alat tersebut, terutama bisa dipakai untuk mencatat serta mengingatkan apa sajakah aktivitas yang sudah dilakukan seharian.

Aplikasi pendukung upaya hidup sehat dibekali fitur penghitung kalori, jumlah langkah (pedometer) dan detak jantung. Aplikasi-aplikasi jenis ini, misalnya Fitbit, Moves, S Health atau Google Fit umumnya cukup dipasangkan dengan smartphone yang biasa digunakan sehari-hari. 

Sedangkan fungsi lain yang lebih canggih, seperti pendeteksi kualitas tidur, umumnya bisa difungsikan melalui perangkat tambahan berupa wearable device yang terus melekat di tubuh penggunanya.

Seperti dilansir KompasTekno dari TheNextWeb, Jumat (19/12/2014) berikut ini sejumlah efek positif aplikasi fitness serta wearable device tersebut dalam meningkatkan produktivitas pemakainya:

1. Memandu Aktivitas Supaya Lebih Produktif

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang olahraga atau tidak berolahraga berisiko menjadi kurang produktif. Bahkan risiko tersebut meningkat sampai 50%. Sayangnya kebiasaan untuk berolahraga atau sekadar menggerakkan tubuh cenderung sulit dimulai.

Di sinilah peran aplikasi fitness dan wearable device. Aplikasi-aplikasi tersebut punya notifikasi yang akan terus mengingatkan penggunanya untuk memulai pola hidup sehat. 

Selain itu juga ada feedback yang muncul untuk setiap capaian kecil pengguna sehingga membantu meningkatkan motivasi.

2. Membentuk Rutinitas yang Sehat

Sebuah makalah dari Georgetown University mengungkap bahwa produktivitas seseorang bisa meningkat bila sempat berolah raga selama 2 jam 30 menit per pekan. Ini berarti rata-rata seseorang harus berolahraga 20 menit sehari.

Rutinitas berolahraga itu merupakan sesuatu yang sulit dilakukan untuk sebagian besar orang. Namun, aplikasi fitness bisa dipakai untuk selalu mengingatkan penggunanya tentang komitmen untuk berolahraga. 

3. Mengatur Pola Tidur

Setelah olahraga yang cukup dan rutin, dibutuhkan pengaturan pola tidur. Waktu tidur yang disarankan adalah 8 jam per malam. 

Beberapa aplikasi fitness yang digunakan dengan wearable device memiliki kemampuan untuk melacak pola tidur seseorang. Data yang dikumpulkan mengenai pola tidur itu dapat diakses secara pribadi dan digunakan sebagai panduan untuk membentuk rutinitas.

Tentunya, berbagai aplikasi, wearable device dan gadget tersebut adalah alat bantu. Manfaat yang optimal akan tercapai jika diawali dengan niat dan motivasi internal dari penggunanya. Selamat hidup sehat!

Sumber:Kompas.com
By:

Ray Dwiko

Tidak Benar, Pendaftaran BPJS Kesehatan Ditutup Akhir Desember 2014!


Dina Susanti - Koran Jawa Timur
Tidak benar bahwa pendaftaran BPJS Kesehatan ditutup akhir tahun 2014. BPJS Kesehatan tetap membuka untuk pendaftaran, bukan hanya sampai dengan akhir Desember 2014. Bahkan, sesuai dengan roadmap cakupan kepesertaan yang menyebutkan di tahun 2019 seluruh rakyat Indonesia sudah menjadi anggota BPJS Kesehatan dan apabila ditahun 2019 tersebut sudah tercapai Universal Health Coverage (UHC), BPJS Kesehatan tetap membuka pendaftaran bagi peserta baru khususnya bagi bayi yang baru lahir, warga Indonesia yang baru kembali dari luar negeri, penduduk asing yang baru masuk ke Indonesia, dsb.

Dan tidak benar bahwa pembuatan maupun perpanjangan KTP, SIM, dan Passpor wajib memiliki kartu BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan belum bekerjasama dengan lembaga-lembaga tersebut terkait dengan hal tersebut.

BPJS Kesehatan juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan selagi masih sehat. Tatacara pendaftaran dan pembayaran peserta dapat dilihat dalam website BPJS Kesehatan, www.bpjs-kesehatan.go.id.

Selain itu, sesuai dengan peraturan perundangan bahwa untuk Pekerja Penerima Upah (PPU) dari BUMN, BUMD, Badan Usaha skala besar, sedang mapun kecil wajib mendaftarkan pegawainya paling lambat sebelum 1 Januari 2015. Bagi masyarakat yang merupakan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja paling lambat adalah 1 Januari 2019. Namun demikian diharapkan masyarakat segera mendaftarkan diri selahi masih sehat sebagai wujud gotong royong yang merupakan prinsip dari program jaminan kesehatan ini.

Cara Mendaftar

Prosedur Pendaftaran bagi Pekerja Penerima Upah (PPU) dilakukan secara kolektif melalui perusahaan ke Kantor BPJS Kesehatan terdekat. Syaratnya : Mengisi Formulir Registrasi Badan Usaha (melampirkan NPWP Badan/SIUP/TDP/domisili) dan menyampaikan data peserta sesuai format yang ditentukan.

Setelah mendaftar maka setiap perusahaan akan mendapatkan nomor virtual account, kemudian lakukan pembayaran ke Bank BRI/Mandiri/BNI, bukti pembayarannya diserahkan ke kantor BPJS Kesehatan untuk dicetakkan kartu/mencetak kartu e-ID secara mandiri di perusahaan.

Dasar perhitungan dari iuran ialah persentasi gaji/upah, sbb :
1. Bagi PNS/TNI/PORI menggunakan gaji pokok dan tunjangan keluarga
2. Bagi Pekerja Pemerintah non Pegawai Negeri (PPnPN) menggunakan penghasilan tetap
3. Pekerja Penerima Upah lainnya menggunakan menggunakan gaji/upah dengan tunjangan tetap

Persentase besaran iuran yang dibayarkan adalah sbb :

1. Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang terdiri atas Pegawai Negeri Sipil, Anggota TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri yang dibayar melalui APBN/APBD sebesar 5% (lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan dibayar dengan ketentuan 3% (tiga persen) dibayar oleh Pemberi Kerja dan 2% (dua persen) dibayar oleh Peserta.

2. Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta PPU selain Peserta diatas adalah sebesar 4,5% (mulai tanggal 1 Juli 2015 sebesar 5%) dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan, 4% dibayar oleh Pemberi Kerja, 0,5% dibayar oleh Peserta (mulai tanggal 1 Juli 2015 sebesar 1%)

Batas paling tinggi Gaji atau Upah per bulan yang digunakan sebagai dasar perhitungan besaran Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta PPU dan pegawai pemerintah non pegawai negeri sebesar 2 (dua) kali Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan status kawin dengan 1 (satu) orang anak.

Iuran yang dibayarkan oleh peserta PPU menanggung maksimal lima orang per keluarga, meliputi pekerja, istri/suami yang sah, anak kandung, anak tiri dari perkawinan yang sah, dan anak angkat yang sah. Peserta dapat mendaftarkan anggota keluarga tambahan yang ditanggung yaitu anak ke-4, dan seterusnya, serta orangtua-mertua, dengan iuran sebesar 1% dari gaji/upah PPU.

Jika terjadi perubahan data pekerja/pegawai/karyawan, maka pengurusannya akan dilakukan oleh pihak perusahaan secara kolektif. Apabila terdapat mutasi (penambahan atau pengurangan pegawai), maka pihak HRD atau pimpinan tempat kerja tersebut wajib melaporkan secara tertulis kepada BPJS Kesehatan dengan menyebutkan data pegawai yang bertambah atau berkurang saja (tidak menyertakan data semua pegawai).

Untuk peserta mandiri, pendaftaran peserta dapat dilakukan diseluruh kantor cabang BPJS Kesehatan, melalui Bank yang bekerjasama seperti BRI, BNI dan Bank Mandiri, serta secara online melalui website BPJS Kesehatan, www.bpjs-kesehatan.go.id

Untuk pendaftaran melalui Kantor Cabang BPJS Kesehatan Pengisian Formulir Daftar Isian Peserta, dilampiri dengan pas foto terbaru masing-masing 1(satu) lembar ukuran 3 cm x 4 cm (kecuali bagi anak usia balita), serta menunjukkan/memperlihatkan dokumen sebagai berikut:

a. asli/foto copy KTP (diutamakan KTP elektronik)
b. Asli/foto copy Kartu Keluarga
c. Foto copy surat nikah (bagi yang telah menikah)
d. Foto copy akte kelahiran anak/surat keterangan lahir yang menjadi tanggungan (bagi yang telah mempunyai anak)
e. Fotocopy buku rekening salah satu diantara Bank yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, yaitu BNI, BRI dan Mandiri.

Untuk pendaftaran online, peserta dapat membuka website BPJS Kesehatan www.bpjs-kesehatan.go.id. Pilih Menu Layanan Peserta kemudian pilih Pendaftaran Peserta dan lakukan pengisian data peserta pada kolom yang tersedia beserta email untuk mendapatkan Link Aktifasi. setelah itu peserta untuk dapat membuka email dari Admin BPJS Kesehatan dan klik Link Aktifasi untuk mendapatkan Virtual Account.

Selanjutnya peserta dapat melakukan pembayaran pada 3 Bank yang telah Bekerja Sama dengan BPJS Kesehatan (BNI,BRI,Mandiri). Setelah anda melakukan Pembayaran, anda dapat mencetak e-ID BPJS-Kesehatan dengan cara mengklik/membuka ulang Link Aktivasi Pendaftaran yang ada di email Konfirmasi mengklik/membuka ulang Link Aktivasi Pendaftaran yang ada di email Konfirmasi

Untuk informasi lebih lanjut mengenai KIS dan BPJS Kesehatan, silakan hubungi Pusat Layanan Informasi BPJS Kesehatan di 500400 (hotline 24 jam) atau klik www.bpjs-kesehatan.go.id.
 
Copyright © 2013. Koran Jawa Timur - All Rights Reserved