Ray Dwiko - Koran Jawa Timur
Aceh - _Gempa dengan skala 7,2 Skala Richter mengguncang Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu 7 April 2010. Tepat pukul 5:15:03, gempa mengguncang 75 km Tenggara Sinabang di kedalaman 34 km pada lokasi 2.33 LU - 97.02 BT.
Gempa itu kemudian disusul dengan tiga gempa berturut yang berkekuatan lebih lemah. Yaitu di wilayah 60 km Tenggara Sinabang dengan kedalaman 24 Km berkekuatan 5.1 SR pukul 05:26.
Lalu gempa 5.0 SR di 47 km TimurLaut Sinabang dengan kedalaman 10 km pukul 05:28. Gempa susulam terakhir tercatat di 32 km Timur Laut Gunung Sitoli, Sumatera Utara, pukul 05:34 di 1.51 LU - 97.79 BT dengan kekuatan 5.2 SR dan kedalaman 10 Km. Empat pembangkit besar PLN mengalami kerusakan akibat gempa 7,2 skala richter (SR) yang berpusat di Sinabang, Nanggroe Aceh Darussalam. Dua provinsi akan mengalami pemadaman untuk waktu yang belum bisa ditentukan.
"Kerusakan ini di sistem Sumatera Bagian Utara. Pemadaman terjadi di dua provinsi, Sumatera Utara dan Aceh," kata Manajer Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto kepada VIVAnews, Rabu 7 April 2010.
Petugas sedang melakukan pemulihan di empat pembangkit listrik besar yang mengalami kerusakan. Tetapi, tidak disebutkan secara rinci wilayah kabupaten/kota yang mengalami pemadaman itu.
Karena ada sebagian wilayah yang tidak mendapat pasokan listrik dari empat pembangkit besar itu. "Seperti misalnya di pantai barat itu aman. Mereka menggunakan PLTD sendiri, terpisah dari sistem," ujar Bambang.
Pemadaman itu akibat kerusakan di empat pembangkit. Tiga pembangkit yang rusak di Sumatera Utara yakni Pembangkit Listrik Belawan, PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Labuan Angin, dan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Renun.
Satu pembangkit besar yang rusak di Aceh yakni, PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Leung Bata. "Untuk pembangkit di Labuan Angin, kemungkinan sore sudah bisa beroperasi," ujar dia.
Sedangkan waktu perbaikan untuk tiga pembangkit besar lainnya belum bisa dipastikan. "Biasanya 6-7 jam," tegasnya.
Kerusakan juga terjadi di beberapa PLTD lokasl. Jumlahnya cukup banyak. Kendati demikian, hingga kini belum dapat diidentifikasi jumlah PLTD lokal yang rusak akibat gempa yang terjadi sekitar pukul 05.15 WIB itu.
(http://korankediri.blogspot.com/)



Post a Comment